Semua artikel dalam blog ini adalah hasil contekan, alias kopas dari blog/web lain. Semuanya tentang Bisnis di Internet.

Photobucket

Label

Blog Archive

hosting gratis

Free Web Hosting with Website Builder

iklan

Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan

7 Tips Menjalankan Program Affiliasi Dengan Blog Pribadi

Bagaimana sebenarnya cara menjalankan program affiliasi? Ada banyak cara.

Namun secara sederhana, setidaknya ada dua cara untuk menjalankan program affiliasi.

Cara pertama, dengan teknik arbitrase. Gampangnya begini. Andaikan Anda ingin mempromosikan produk Nintendo Wii dari program affiliasi Amazon.com. Dengan teknik arbitrase, yang Anda lakukan adalah memanfaatkan pay per click ads campaign (bisa Google Adwords, Yahoo Search Marketing/YSM, atau Microsoft adCenter/MSN) tentang Nintendo Wii dengan menggunakan link affiliasi Amazon.com Anda. Setiap kali ads campaign Anda diklik, pencari informasi tentang Nintendo Wii akan dibawa ke landing page Amazon.com tentang Nintendo Wii product details. Setiap kali terjadi transaksi pembelian melalui iklan Adwords yang Anda pasang tersebut, Anda mendapatkan sejumlah komisi dari Amazon.com.

Kelebihan cara ini, Anda tidak perlu capek membuat blog. Kekurangannya (kalau boleh dikatakan demikian), Anda harus memiliki modal awal untuk mulai melakukan PPC campaign dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang strategi affiliate arbitrage.

Cara kedua, dengan memanfaatkan blog atau situs pribadi yang telah Anda miliki atau membuat online shopping mall. Gampangnya, Anda menggunakan media blog (baik berupa posting, sidebar spot ataupun banner) untuk mempromosikan produk affiliasi yang Anda ikuti. Setiap kali terjadi transaksi pembelian melalui link produk affiliasi di blog Anda, Anda mendapatkan sejumlah komisi dari Amazon.com.

Kelebihan cara ini, Anda relatif tidak memerlukan modal awal untuk berinvestasi di program-program PPC. Cukup dengan blog pribadi Anda sendiri. Kekurangannya, Anda harus memiliki dan menulis di blog Anda secara rutin. :)

Karena keterbatasan saya (hehehe), artikel ini tidak akan membicarakan cara pertama yang memang terbilang level advanced dan sophisticated (silahkan belajar kepada Mas Pogung dan Mas Ronys untuk soal ini). Artikel ini hanya akan membahas tips-tips menjalankan program affiliasi dengan memanfaatkan media blog atau situs pribadi yang telah Anda miliki.

7 Tips Menjalankan Program Affiliasi Dengan Blog Pribadi

1. Fokus Pada Kebutuhan Pengunjung Blog Anda
Apa yang dicari pengunjung blog Anda? Informasi apa yang bisa Anda berikan kepada pengunjung blog Anda? Seringkali kita begitu tergoda untuk mempromosikan produk-produk berlabel "Best Seller" ataupun "Hot Deals" dari program affiliasi yang kita ikuti tanpa mempedulikan apakah pengunjung blog Anda membutuhkan produk tersebut atau tidak. Akibatnya, bukannya mau membeli, pengunjung blog Anda malah jengah dengan halaman sales pitch yang Anda buat. Cobalah memenuhi kebutuhan pengunjung blog Anda terlebih dahulu. Jika blog pribadi Anda lebih banyak berisi tentang "tips merangkai bunga", jangan memaksakan diri mempromosikan Nintendo Wii kepada pengunjung blog Anda. :)

2. Pilih Produk dan Program Affiliasi Terbaik
Setelah menentukan produk apa yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung blog Anda, langkah berikutnya adalah memilih produk dan program affiliasi terbaik yang bisa Anda promosikan. Ada ribuan produk yang bisa Anda promosikan melalui program affiliasi yang bisa Anda ikuti. Saya pribadi mengikuti beberapa program affiliasi (Amazon Associates, Commission Junction, ClickBank dan Linkshare), namun saya merasa lebih nyaman mempromosikan produk-produk Amazon ketimbang produk dari ketiga program yang lain. Barangkali karena branding Amazon yang sudah mapan membuatnya relatif lebih mudah diterima. Atau barangkali karena memang saya masih harus banyak belajar tentang ketiga program affiliasi yang lain. Yang pasti, pilihlah produk dan program affiliasi terbaik menurut Anda sehingga Anda merasa nyaman untuk mempromosikannya.

3. Pengalaman Pribadi Anda Adalah Rekomendasi Terbaik
Salah satu kelebihan blog pribadi adalah sifatnya yang personal. Hubungan pemilik dan pengunjung blog pribadi seringkali seperti hubungan antar teman akrab. Dengan memanfaatkan sifat hubungan personal ini, akan lebih mudah bagi Anda untuk mempromosikan produk affiliasi kepada pengunjung blog Anda. Terlebih jika Anda telah membeli atau memakai produk affiliasi yang ingin Anda promosikan di blog Anda. Ken Evoy, pencetus Pilar CTPM (insyaallah topik Pilar CTPM ini akan saya tulis di lain waktu), menyebutnya sebagai pre-selling advantages. Ketika Anda memiliki hubungan yang akrab dan hangat, jujur, melayani dan menunjukkan kecakapan di bidang yang Anda kuasai kepada pengunjung blog Anda, akan jauh lebih mudah bagi Anda untuk melakukan selling tanpa harus terkesan "menjual" sesuatu.

4. Teks Link Jauh Lebih Baik Ketimbang Banner Link
Memasang banner link affiliasi memang lebih mudah, namun efektivitasnya jauh lebih kecil dibanding menggunakan teks link yang ada di dalam bagian posting blog Anda. Konkretnya, cobalah memasukkan teks link produk affiliasi yang Anda ikuti di dalam posting artikel yang Anda tulis. Tentu saja topik artikel harus sesuai dengan produk yang hendak Anda promosikan. Saya pribadi lebih banyak memanfaatkan teks link untuk mempromosikan produk Amazon Associates yang saya ikuti. Dan hasilnya memang beda ketimbang sekedar memasang banner link Amazon Associates.

5. Jujurlah Kepada Pengunjung Blog Anda
Mempromosikan produk affiliasi di blog pribadi bukanlah sesuatu yang haram. Namun demikian, tidak ada salahnya juga untuk bersikap jujur kepada pengunjung Anda dengan menyampaikan bahwa link yang Anda sisipkan di posting artikel Anda adalah link affiliasi. Berilah tanda (Ref) atau (Aff) jika memang link yang Anda gunakan akan membawa pengunjung blog Anda ke landing page program affiliasi yang Anda ikuti. Kenapa saya harus jujur? Pertama, integritas Anda. Karena sifat blog yang personal, pengunjung blog Anda akan lebih menghargai jika Anda bersikap jujur kepada mereka. Kedua, menghargai waktu pengunjung Anda. Jika mereka ingin tahu lebih banyak, mereka pasti akan mengklik link produk affiliasi di blog Anda meskipun Anda telah memberi tanda (Ref) atau (Aff).

6. Memberikan Pilihan Lebih Kepada Pengunjung Blog Anda
Ungkapan bijak yang klise namun benar adanya: "Don't put all your eggs in one basket." Cobalah diversifikasikan arus pendapatan Anda dari bisnis online. Jangan terpaku pada satu program semata. Jika mungkin, gabungkan dengan program affiliasi yang lain atau bahkan dengan program bisnis online yang lain. Namun demikian, tetap penting dicatat agar blog pribadi Anda tidak terlalu banyak dijejali berbagai macam program. Bayangkan jika dalam setiap posting artikel Anda menyisipkan 10 link affiliasi dari 10 program yang berbeda. :) Pengunjung blog Anda pasti akan muak dan malah lari dari blog Anda. :)

7. Promosikan Bersama Waktu
Kuncinya adalah: jangan terlalu cepat berhenti mempromosikan produk affiliasi yang Anda ikuti meskipun nilai earnings yang Anda dapatkan saat ini masih kecil atau malah tidak ada sama sekali. Cobalah terus menulis dan menyisipkan link (tentu saja sekali lagi yang relevan dengan topik tulisan Anda) program affiliasi di blog Anda. Dengan berjalannya waktu, bukan tidak mungkin jika link produk affiliasi Anda baru banyak dicari sebulan, dua bulan atau bahkan setahun setelah Anda menuliskannya di blog Anda. Jika halaman posting Anda sudah terindeks mesin pencari, bukan tidak mungkin orang akan menemukan blog Anda, mengklik link affiliasi Anda dan melakukan transaksi pembelian. Jadi, sabar saja. Jangan putus asa. :)

Barangkali ketujuh tips sederhana diatas bisa menjadi awal untuk memulai menjalankan program affiliasi di blog pribadi Anda. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips-tips pribadi yang terbukti memberikan hasil positif untuk program affiliasi yang Anda jalankan? Atau justru tidak berhasil?

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. :)

E-book Affiliasi GRATIS:
Oh ya, kebetulan saya memiliki e-book bagus tentang teknik affiliate arbitrage, "Two Minutes Profit". Jika Anda tertarik membaca e-book padat setebal 14 halaman karya Alok Jain ini, caranya mudah. Cukup berlangganan Blogguebo disini dan kirimkan email kosong ke alamat email saya: medhy.aginta@gmail.com, dengan subjek "Berlangganan Blogguebo - TMP". Saya akan mengirimkan e-book tersebut secara GRATIS untuk Anda. Jangan khawatir, email Anda aman. I hate spams too. :)


Read More......

Apa itu Internet Marketing?

Internet marketing sebenarnya sama saja dengan marketing pada umumnya. Yang membedakan adalah kita menggunakan internet untuk memasarkan produk. Misalnya, anda menjual produk dengan memakai website sebagai "toko" online anda. Atau bisa juga anda pasarkan lewat mailing list dan forum-forum di internet.

Lebih efektif mana? Dengan internet atau cara konvensional?

Tiap cara pemasaran punya kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan sifat medianya. Efektif atau tidak, lebih banyak ditentukan oleh bagaimana cara kita memaksimalkan kelebihan dan meminimalkan kekurangan cara pemasaran yang dipilih.

Seperti pada internet marketing, misalnya. Internet punya kelebihan terutama di segi modal awal dan biaya operasional yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan cara konvensional.

Kelemahannya, orang lebih berhati-hati untuk membeli karena mereka hanya bisa melihat tampilan produk tanpa bisa "merasakannya".

Banyak tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan ini. Salah satunya dengan penggunaan domain berbayar (.com, .co.id, dll) untuk meningkatkan kredibilitas bisnis anda. Untuk memperlihatkan kualitas produk, tampilkan testimoni pembeli-pembeli yang puas dengan produk anda. Mudah kan?



dicontek dari: dexton.adexindo.com

Read More......

Menulis Email yang menjual

Oleh : Kam Adi Dama

Bagaimana sih sebenarnya menulis email yang menjual? Berikut ini saya mencoba memberikan gambarannya.

1. Membuat judul email yang menarik perhatian.

Judul email adalah sangat penting dalam email marketing. Judul email adalah sama dengan Headline sebuah berita jika itu dikoran. Maksudnya, buatlah judul email anda menarik perhatian sang penerima email untuk membuka email anda. Buatlah penerima email anda menjadi penasaran dengan email yang anda kirimkan. Intinya Judul email sangat Penting dan prioritas! Jika anda gagal melakukan ini ...ya jangan berharap banyak email anda akan dibuka..:)

Yang penting jangan melakukan kebohongan dalam mengirim email, apa yang tertulis dijudul harus berhubungan dengan isi email. Sebab email marketing dibangun atas dasar kepercayaan dan berorientasi hubungan persahabatan jangka panjang, terutama dengan kastemer dan calon kastemer anda.

Dalam menulis judul hindari dengan megawali judul dengan tandan bintang (*), seru (!), tanya (?), dollar ($) dan simbul simbul lainnya. Biasanya judul seperti ini akan langsung didelet oleh si penerima, karena diindikasikan spam...ini kebiasaan yang saya lakukan :)

Oh ya jangan juga menggunakan email yang tidak jelas misalnya: scdjyghg@webanda.com ...biasanya saya juga langsung mendelet email seperti ini, mungkin anda juga kan? :)

2. Personalkan email anda kepada setiap individu (dengan
menyebut nama penerima email).

Usahakan menyebut nama si penerima email dalam email anda. Nama lengkap atau panggilan juga tidak masalah. Karena dengan menyebut namanya, penerima akan lebih akrab dan rasa personalitasnya terasa.

Misalnya: Apakabar Yanto? atau hallo Yanto? atau hai Yanto!...bagaimana menurut anda?

3. Ingatkan kepada mereka siapa anda, dan darimana anda
mendapatkan kontak dengan mereka.

Jika anda mengirim email kepada seseorang pertama kali, atau sudah lama tidak
mengontak mereka, segera ingatkan mereka siapa anda dan dari mana anda tahu email mereka dalam baris awal email anda.

Misalnya, "Saya Budi pemilik bengkel motor www.BengkelMotor.com, saya mendapatkan kontak email anda karena anda mengisikan pada kolom newsletter kami beberapa waktu yang lalu." Isi selanjutnya ikuti langkah berikutnya....

4. Ungkapkan keuntungan bagi penerima email pada baris atau
paragraf pertama.

Dalam email marketing, usahakan mendapatkan manfaat atau keuntungan jika seseorang menerima email dari anda. Dan keuntungan/manfaat yang mereka terima tulislah dalam paragraf pertama.

Misalnya : "Sebagai ucapan terimakasih karena telah mengunjungi website kami, silakan datang ke bengkel kami untuk mendapatkan service gratis hanya dengan membawa print out email ini."<---ini untuk kontak pertama kali. Jika yang dikirimi adalah kastemer atau calon kastemer lama, bisa seperti ini : Bapak yanto, anda akan mendapatkan discount 50% ongkos service hanya dengan membawa print out email ini. Tapi ingat Pak Yanto ini berlaku hanya untuk bulan ini saja lho. 5. Tulis email yang singkat dan to the point aja.
Tulislah email dengan singkat dan to the point saja. Biasanya orang akan jadi malas membaca jika dia sudah melihat emailnya terlalu panjang. Termasuk saya..hehehe :)

Dapatkanlah waktu dari penerima email untuk membaca keseluruhan email anda. lebih bagus email anda sudah selesai dibaca dalam waktu 30 detik sampai dengan 1 menit.

6. Katakan kepada pembaca anda (penerima email) bagaimana
menghubungi anda, terutama untuk melakukan order barang
yang anda jual.


Nah jangan lupa juga mencantumkan alamat kontak bagaimana seseorang menghubungi anda.
Ini penting untuk menghindari calon kastemer yang potensial hilang begitu saja.

Misalnya :"Untuk keterangan lebih lengkap silakan hubungi :
Budi
Bengkel Motor
Jl. Panglima Sudirman No 1 Jakarta
Tlp. 021-1234567
Fax. 021-1234567

Selamat mencoba!

Tentang Penulis : Kam Adi Dama adalah seorang praktisi bisnis baik online maupun tidak. Dia salah seorang Founder (pendiri) http://www.BisnisInternetIndonesia.com. Dia juga seorang Sales and Marketing Manager di PT Isya Jaya (http://www.isya.co.id) sebuah perusahaan internet developer yang konsentrasi pasar luar negeri yang juga mengelola http://www.tokobagus.com .Selain online dia juga mempunyai beberapa usaha yang konvensional, salah satunya adalah pemilik produk air minum beroksigen dengan merek Neo O2.

dicontek dari: bisnisinternetindonesia.com

Read More......

5 Hal Yang Harus Dihindari Sewaktu Menulis E-Mail Promosi

E-mail bukan sekadar alat untuk komunikasi namun adalah sarana yang dapat dipakai untuk melakukan promosi dan penjualan.

E-mail adalah senjata bagi para pemasar online. Mengapa tidak menambahkan strategi pemasaran Anda via e-mail untuk menjangkau banyak orang disamping aktivitas pemasaran offline yang Anda lakukan?. Masalahnya adalah, semakin banyak orang menerima e-mail, semakin sedikit orang menaruh perhatian pada masing-masing isi e-mail tsb. Hal ini nyata seperti yang umumnya para amatiran lakukan dengan sistem “hit and miss” di newsgroup atau di discussion group.

Maka untuk tampil beda, para pemasar online harus berupaya untuk menarik perhatian dari para calon kastemernya. Argumen yang sering mereka katakan adalah:

“Jika saya berteriak lebih keras dan lebih sering, pasti para calon kastemer akan mendengarkan saya.”

Memang, itu benar. Mereka mungkin akan mendengar Anda. Namun, apa reaksi mereka dan tanggapan mereka terhadap banjir e-mail tersebut? Apakah mereka akan senang? Atau sebaliknya mereka akan mengatakan dengan mengirim e-mail balik “Keluarkan aku dari e-mail Anda dan jangan kirimi lagi!”

Lima hal berikut ini adalah kesalahan dari para pemasar amatiran yang mereka gunakan pada e-mail mereka. (Hendaknya bedakan antara e-mail promosi dan email yang berisi newsletter. Kedua hal ini sangatlah berbeda.)

1. E-mail Promosi yang terlalu panjang.
Beberapa e-mail promosi cenderung terlalu panjang sebelum sampai ke tujuannya. Hal ini menyebabkan resipien harus melakukan “scroll down”. Karena itu ingatlah bahwa e-mail Anda bukanlah satu-satunya e-mail yang sampai di inbox mereka, dan kata-kata Anda hendaknya singkat dan “to the point”. Anda tahu hasilnya? Hasilnya sedikit saja yang mengirimkan balasannya kepada Anda.

2. E-mail Promosi yang terlalu Banyak Menuntut.
Hal ini juga sering dilakukan oleh para penulis e-mail, mereka tanpa diminta menawarkan sejumlah item atau produk atau pun jasa dan tidak fokus pada satu inti penawaran dan para resipien disuguhkan banyak pilihan item yang tidak diminta.

3. Terlalu Sering.
Beberapa orang berdalih bahwa kunci untuk pemasaran e-mail yang berhasil adalah frekuensinya. Karena itu mereka mengirimkan email promosi sesering mungkin. Memang, sepertinya demikian. Dalam pemasaran tradisional agar pesan iklan Anda tetap diingat, Anda harus sering menampilkannya sesering mungkin. Dan dalam pemasaran offline, memang begitu seharusnya, namun pemasaran online sama sekali berbeda. Anda bisa bayangkan bahwa masyarakat sudah terlalu sering dibombardir dengan pesan-pesan komersial di TV, Radio, Reklame dan Koran, kemudian Anda membombardir mereka lewat e-mail. Akibatnya Anda akan mendapat reputasi buruk dan mereka akan melewatkan e-mail Anda begitu saja tanpa membacanya dan akan mengabaikannya di kemudian hari sewaktu menerima e-mail Anda pula.

4. E-mail Promosi yang tidak terarah.
Ini juga adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh para amatiran, karena e-mail murah, mereka lupa akan perlunya menerapkan strategi segmentasi dan membidik target market yang relevan. Akibatnya adalah calon kastemer Anda sama sekali tidak berminat dengan tawaran Anda, hal ini sama seperti Anda berjualan mesin pemanas di padang gurun dan tidak seorang pun yang berminat akan tawaran Anda, jadi pentingnya Anda melakukan e-mail promosi ke
target market yang tepat.

5. Penulisan E-Mail Promosi yang tidak bagus.
Membaca teks yang ditulis dengan baik sangat menyenangkan dan mudah dibaca. Tulislah dengan jelas, sederhana dan penuh respek. Penulisan e-mail promosi yang buruk adalah rintangan yang besar sehingga para resipien engan untuk menuangkan perhatian mereka pada kiriman e-mail Anda. Maka berikan perhatian lebih pada penulisan e-mail Anda. Pastikan Anda memiliki teknik menulis yang baik, lakukan perenungan dan tidak tergesa-gesa. Inbox adalah tempat yang bersifat pribadi, dan di situlah Anda dapat menjumpai calon kastemer Anda dan berbicara dengannya secara individu. Maka apabila tulisan e-mail promosi Anda tidak mengikuti kaidah di atas maka e-mail Anda tidak akan dibaca. Prinsipnya, adalah jangan terlalu banyak meminta namun lebih banyak membeli. Bidik e-mail Anda dengan hati-hati, buatlah terfokus dan terarah pada satu tujuan. Langsung ke poin yang dibicarakan dan jangan mutar-mutar. Pastikan penulisannya memiliki nilai yang bermutu dan rasio isi e-mail Anda adalah 80% : 20% artinya 80% berisi hal yang berguna dan 20% berisi penawaran Anda. Dengan kata lain, jika Anda menaruh respek akan waktu yang dimiliki oleh pembaca e-mail Anda, maka mereka pun akan berlaku sebaliknya dengan memberikan lebih banyak perhatian.

“Apakah Tulisan Penjualan Anda Terkesan Emosional”

Email penjualan dapat menjadi cara yang dahsyat dalam menyampaikan pesan Anda. Mail box saya terus-menerus terisi dengan “junk mail”, demikian kata banyak orang. Seorang teman memberitahu saya bahwa ratusan pesan email yang tak diundang datang setiap hari. Mengapa begitu banyak pelaku bisnis - baik yang berskala besar maupun kecil - menggunakan email? Sederhana saja. Email dapat langsung ditulis dengan cepat, berhasil dengan baik. Inilah alasannya.
Email adalah bentuk komunikasi yang sangat pribadi. Bahkan ketika Anda mengetahui bahwa surat yang sama dikirimkan ke ribuan orang, email tersebut masih terasa seperti tulisan pribadi dari seorang teman. Orang-orang yang mempunyai kemampuan yang bagus dalam menulis email penjualan mengetahui hal ini dan menggunakannya. Mereka berupaya sebaik mungkin untuk menciptakan suatu ikatan pribadi antara email tersebut dan resipiennya. Email penjualan Anda harus berbicara secara intim dengan pembacanya. Bercakap-cakap secara tidak resmi dengan kalimat-kalimat pendek dan kata-kata sederhana. Buatlah pembaca SEGERA dengan mudah mengerti apa yang Anda tawarkan. Kebanyakan orang hanya akan melihat sepintas selama tiga detik pertama terhadap email Anda sebelum memutuskan untuk membacanya lebih jauh atau menghapusnya. Buatlah tawaran Anda menarik dan tonjolkan di pembuka dengan tepat.

LIMA RUMUS DAHSYAT UNTUK EMAIL PENJUALAN

Salah satu dari hal-hal yang hebat dari surat langsung (direct mail) - biasa maupun elektronik - adalah bahwa Anda mendapatkan respon yang segera dan dapat ditindak lanjuti. Email penjualan yang berhasil, menghasilkan sejumlah pesan balik, telepon langsung, penjualan yang dapat diperhitungkan. Selama bertahun-tahun, para direct marketer telah menetapkan beberapa rumus favorit yang tampaknya berhasil. Berikut ini adalah lima rumus favorit saya.

1. Ceritakan sebuah kisah.
Perhatikan bahwa banyak dari email penjualan yang Anda terima mengikuti metode ini. Sangat sulit menahan diri untuk tidak membaca sebuah kisah orang lain yang khususnya terdengar mirip dengan situasi yang kita alami. Orang-orang menyukai kisah-kisah sukses bahkan gossip seperti acara TV “Eko nge-gosip”. Apalagi kisah tersebut memberi tahu kita caranya memperoleh kesuksesan untuk diri kita sendiri.

2. Surat dari Direktur.
Orang-orang merespek tulisan dari pemimpin perusahaan. Hal ini meminjamkan wewenang kepada pesan tersebut dan membuat pembaca merasa penting. Hal tersebut adalah sebuah cara yang bagus dalam menjual. Rumus ini juga dapat digunakan untuk memberitahu pembaca mengenai informasi di dalamnya.

3. Tawarkan sesuatu yang gratis.
Bisa jadi berupa kunjungan gratis atau diskon dari toko atau kantor Anda. Seorang dokter yang tinggal disamping jalan rumah saya menarik pasiennya dengan mengirimkan ratusan kartu pos yang menawarkan “diskon 10% untuk kunjungan pertama”. Prospek yang tertarik kepada produk atau jasa Anda akan lebih menghargai penawaran selanjutnya. Tawarkan dalam bentuk Special Report, brosur, atau booklet gratis.

4. Ajukan pertanyaan. “Apakah hari-hari Anda begitu menjengkelkan dan membuat frustasi?”
Ini adalah psikologi kuno yang bagus. Pada saat Anda mengajukan pertanyaan, pembaca terdorong untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini melibatkan pembaca secara mental ke dalam email penjualan dan penawaran Anda. Beberapa ahli mengatakan untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang menuntun resipien agar-agar masing-masing menjawab “ya”. Kemudian, pertanyaan terakhir yang menyuruh pembaca untuk menjawab “ya” untuk suatu transaksi atau “deal” bisnis.

5. Tunjukkan masalah yang sedang dihadapi oleh prospek.
Hal ini adalah metode promosi klasik. Perhatikan hal ini dalam pemasaran dan iklan dimanapun. Arahkan perhatian para pembaca kepada masalah, kemudian buatlah masalah tersebut tampak buruk. Sewaktu Anda telah menetapkan masalah sebagai rintangan utama dalam kehidupan pembaca, perkenalkan jasa atau produk Anda sebagai solusinya.

TULISLAH SUBJECT EMAIL UNTUK MEREBUT PERHATIAN
Kebanyakan email penjualan dimulai dengan sebuah headline yang langsung mempersembahkan poin utama. Subject bisa ditulis sedemikian rupa agar menggugah secara emosional, Juga selain itu ingat, dalam menyapa tidak cukup sekadar menulis :

Hallo . . . ,
Halo ke siapa? Agar menggigit sebutkan NAMA MEREKA, sebaliknya daripada “Hallo Teman,” atau “Hallo Para Orang Tua,” “Hallo Pencinta Bola Basket,” “Hallo Pemilik Mobil.” kedengarannya TERLALU umum, bukan? Tentu dalam hal ini Anda membutuhkan Sistem yang dapat mempersonalisasi setiap calon pembaca Anda, sebaliknya daripada “Copy & Paste”. Termasuk juga tambahan yang disebut N.B. atau P.S. pada akhir surat Anda. Studi menunjukkan bahwa kebanyakan pembaca langsung melompat ke N.B. sebelum membaca yang lainnya! N.B. harus dengan singkat mengemukakan kembali pokok utama penawaran Anda.

Akhirnya, tekankan manfaat daripada fitur. Bagaimana manfaat jasa atau produk kita meningkatkan kualitas hidup, pekerjaan, atau dompet kastemer. Manfaat dari penawaran Anda mungkin jelas bagi Anda, namun jangan serahkan pada pembaca untuk mencari tahu sendiri, tidak peduli sejelas apa tampaknya pengetahuan mereka terhadap jasa atau produk Anda. Tekankan manfaatnya. Hubungkan mereka pada fitur dari penawaran Anda. Email penjualan dapat menjadi sarana pribadi yang luar biasa untuk memperkenalkan orang-orang kepada produk, jasa, organisasi, atau ide Anda. Dengan menggunakan beberapa ide dan rumus yang telah saya sebutkan di atas, Anda dapat membuat email penjualan yang sangat emosional yang membuahkan hasil.

dicontek dari: resep.web.id

Read More......

Tips Membuat NewsLetter Profesional

Membuat e-newsletter yang baik dan profesional selalu menjadi tantangan bagi banyak e-marketer. Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh pakar usability, Jakob Nielsen, sekitar 50% pembaca hanya melihat sepintas atau membaca sedikit dari newsletter yang mereka terima. Hanya 23% yang benar-benar membaca seluruh isi newsletter. Sisanya sama sekali tidak pernah membukanya.

Jadi, bagaimana cara terbaik agar newsletter Anda dibaca target audience?

Rancang Newsletter yang Menarik
Desainlah agar newsletter Anda mudah dilihat meski sepintas. Kuncinya:
- Gunakan paragraph singkat
- Gunakan poin-poin
- Sertakan banyak spasi putih di antara tiap topik
- Beri penekanan pada topik dalam newsletter tioe HTML dengan huruf kapital atau huruf tebal

Sertakan Judul Newsletter di Kolom Subject
Sertakan judul newsletter di awal kolom subject sehingga pembaca dapat membedakan newsletter Anda dari email sampah. Pembaca juga dapat menyortir newsletter Anda langsung menuju folder terpisah dengan menggunakan filter email.

Gunakan Judul yang Menjual
Iklankan cerita yang paling menarik pada setiap edisi di kolom subject. Anda hanya memiliki waktu beberapa detik saja untuk memperoleh perhatian pembaca, maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya.

Sertakan Daftar Isi
Sertakan daftar isi di bagian atas newsletter untuk memudahkan pembaca menyeleksi topik yang menarik minat mereka.

Sisipkan Line Break
Tingkatkan tampilan newsletter yang mudah dibaca. Gunakan hard line breaks, 60/65/70 karakter per baris. Anda dapat menggunakan editor teks seperti TexPad (http://www.textpad.com), dan mengesetnya untuk dapat menyisipkan hard carriage returns pada akhir setiap baris di karakter ke 65.

Perbaiki Link yang Panjang
Hyperlink yang terlalu panjang kemungkinan akan menjadi rusak jika Anda memformat email menggunakan line break pada 60/65/70 karakter per baris. Cara memperbaikinya, matikan fungsi word wrap setelah Anda menyisipkan carriage return. Lalu, edit linknya secara manual untuk memastikan bahwa linknya terletak pada satu garis. Ketika email dikirimkan, linknya mungkin saja tetap dalam dua baris, namun sekarang dapat diklik.

Desainlah Newsletter tipe HTML yang User-Friendly
Banyak orang yang menggunakan resolusi layar 800×600, namun tampilan preview email biasanya jauh lebih kecil daripada ukuran tampilan layar maksimal. Maka, formatlah lebar tabel HTML Anda pada 500-600 piksel, atau gunakan lebar tabel relatif (presentase), yang memungkinkan newsletter Anda dapat disesuaikan ukuran tampilannya jika dilihat di windows yang berbeda ukurannya.

Ditulis oleh
Donna Ardiani


dicontek dari: virtual.co.id

Read More......

SIMPLE WHITE: DOWNLOAD THIS TEMPLATE FROM:template.azimat.net